Kamis, 10 November 2016

Dapat pulsa Rp50.000 gratis per bulan? Yakin bisa? Bisa doooong! Caranya gampang, download aplikasi Cashtree dari link referral ini! Dan dapatkan langsung Rp1.000. Khusus yang beruntung, bisa langsung dapat 1JUTA PULSA GRATIS dari Lucky Change. Tunggu apa lagi? Just click the link! Flash Cash hari ini ! 11 NOV 15:?? WIB [Rp 301] (Total Cash-ku Rp 35.307) https://invite.cashtree.id/50862b

Mengenal biji kopi sebelum mengolah

MALAM MALAM ENAK NYA NGOPI...UUUUOOPS....SEBELUM KITA MENIKMATI KOPI YANG HANGAT ... ALANGKAH SERUNYA BILA KITA MENGETAHUI JENIS BIJI KOPI YANG AKAN KITA GUNAKAN....Yuuuuuuuk...cekidot....

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM....
Ok kita mulai...!!!

Sebelum kita membuka usaha warkop ALANGKAH baik nya terlebih dahulu kita Mengenal Jenis Jenis Biji Kopi Lengkap – Secarah umum dikenal 4 jenis kopi yaitu Kopi Arabika (Arabica Coffee), Kopi Liberika (Liberica Coffee), Kopi Robusta (Cannephora Coffee), Kopi Excelsa (Dewevrei Coffee). Diantara keempat ini best of the best nya adalah kopi Liberika.

Jenis Jenis Kopi

Di Indonesia menghasilkan 6 dari 7 jenis Kopi Arabika yaitu Gayo (Aceh), Mandaling (Sumut), Kintamani (Bali), Mangkuraja (Bengkulu), Jawa dan Kalosi (Toraja). Sementara satu jenis lainnya dihasilkan di Jamaica yang dikenal sebagai Blue Montain.

Jenis Arabika yang termasuk langka adalah speciality arabica dan jenis lainnya adalah kopi Luwak. Syarat tumbuhnya tanaman kopi arabika adalah pada ketinggian 750-1500 dpl dengan suhu 15-18 derajat celcius. Kopi liberika tumbuh didaerah 500 – 1500 dpl dengan suhu 17 sampai 20 derajat celcius dan kopi robusta pada ketinggian 400-1000 dpl dengan suhu 18-24 derajat celcius.

Varietas kopi merujuk kepada subspesies kopi. Biji kopi dari dua tempat yang berbeda biasanya juga memiliki karakter yang berbeda, baik dari aroma (dari aroma jeruk sampai aroma tanah), kandungan kafein, rasa dan tingkat keasaman. Ciri-ciri ini tergantung pada tempat tumbuhan kopi itu tumbuh, proses produksi dan perbedaan genetika subspesies kopi.

Variasi Unggulan Dari Kopi Arabica

Variasi Unggulan Dari Kopi Arabica

Kopi dari spesies Coffea arabica memiliki rasa yang kaya daripada Coffea robusta. Kopi Arabica memiliki banyak varietas. Tiap varietas memiliki ciri yang unik. Beberapa varietas yang terkenal meliputi:

Kopi Kolombia (Coffee Colombian) – pertama kali diperkenalkan di Kolombia pada awal tahun 1800. Saat ini kultivar Maragogype, Caturra, Typica dan Bourbon ditanam di negeri ini. Jika langsung digoreng, kopi Kolombia memiliki rasa dan aroma yang kuat. Kolombia adalah penghasil kopi kedua terbesar di dunia setelah Brasilia. Sekitar 12% kopi di dunia dihasilkan di negara ini.

Colombian Milds – Varietas ini termasuk kopi dari Kolombia, Kenya dan Tanzania. Semuanya adalah jenis kopi arabica yang telah dicuci.

Costa Rican Tarrazu – “San Marcos de Tarrazu valley” di pegunungan di luar San José, Costa Rica.

Guatemala Huehuetenango – Ditanam di ketinggian 5000 kaki di bagian utara Guatemala.

Ethiopian Harrar – dari Harar, Ethiopia.

Ethiopian Yirgacheffe – dari daerah di kota Yirga Cheffe di provinsi Sidamo (Oromia) di Ethiopia.

Hawaiian Kona coffee – ditanam di kaki pegunungan Hualalai di distrik Kona di Hawaii. Kopi diperkenalkan pertama kali di kepulauan ini oleh Chief Boki. Ia adalah gubernur Oahu pada tahun 1825.

Jamaican Blue Mountain Coffee – dari Blue Mountains di Jamaika. Kopi ini memiliki harga yang mahal karena kepopulerannnya.

Kopi Jawa (Java coffee) – dari pulau Jawa di Indonesia. Kopi ini sangatlah terkenal sehingga nama Jawa menjadi nama identitas untuk kopi.

Kenyan – terkenal karena tingkat keasamannya dan rasanya.

Mexico – memproduksi biji kopi yang keras.

Mocha – Kopi dari Yemen dahulunya diperdagangkan di pelabuhan Mocha di Yemen. Jangan disalahartikan dengan cara penyajian kopi dengan coklat.

Santos – dari Brasilia. Memiliki tingkat keasaman yang rendah.

Sumatra Mandheling dan Sumatra Lintong – Mandheling dinamakan menurut suku Batak Mandailing di Sumatra utara di Indonesia. Kopi Lintong dinamakan menurut nama tempat Lintong di Sumatra utara.

Gayo Coffee – berasal dari Dataran Tinggi Gayo – Gayo adalah nama Suku Asli di Aceh – yang meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues.

Sulawesi Toraja Kalosi – Ditanam di daerah pegunungan tinggi di Sulawesi. Kalosi ialah nama kota kecil di Sulawesi, yang merupakan tempat pengumpulan kopi dari daerah sekitarnya. Toraja adalah daerah pegunungan di Sulawesi tempat tumbuhnya kopi ini. Kopi dari Sulawesi ini memiliki aroma yang kaya, tingkat keasaman yang seimbang (agak sedikit lebih kuat dari kopi Sumatra) dan memiliki ciri yang multidimensional. Warnanya coklat tua. Kopi ini cocok untuk digoreng hingga warnanya gelap. Karena proses produksinya, kopi ini dapat mengering secara tidak teratur. Walau demikian biji yang bentuknya tidak teratur ini dapat memperkaya rasanya.

Tanzania Peaberry – di tanam di Gunung Kilimanjaro di Tanzania. “Peaberry” artinya biji kopi ini hanya satu dalam setiap buah. Tidak seperti layaknya dua dalam satu buah. Ini biasanya tumbuh secara alami pada 10% dari hasil panen kopi.

Uganda – Meskipun sebagian besar penghasil kopi robusta. Ada juga kopi arabika berkualitas yang dikenal sebagai Bugishu.

Kopi Luwak– salah satu varietas kopi Arabika dan Robusta yang telah dimakan oleh luwak kemudian dikumpulkan dan diolah. Rasa dan aroma kopi ini khas dan menjadi kopi termahal di dunia.

Campuran Kopi

Biji kopi biasanya dicampur untuk keseimbangan rasa dan kompleksitas aromanya. Salah satu campuran tradisional yang tertua adalah Mocha-Java, terdiri dari biji kopi yang sama namanya. Rasa coklat yang khas sangatlah cocok dengan Cafe mocha, yang merupakan minuman kopi yang dicampur dengan coklat. Saat ini campuran Mocha-Java biasa dicampur dengan varietas lainnya untuk menciptakan ciri khas yang unik. Banyak perusahaan kopi yang memiliki campurannya tersendiri.

Mocha-Java

Beberapa biji kopi sangatlah terkenal dan oleh sebab itu memiliki harga yang lebih mahal dari biji kopi lainnya. Jamaican Blue Mountain dan Hawaiian Kona mungkin adalah contoh yang baik. Biji kopi ini sering dicampur dengan biji kopi lainnya yang tidak seberapa mahal dan dengan itu nama campuran ini disebut blend (seperti “Blue Mountain blend” atau “Kona blend”), walau hanya sedikit biji kopi dari jenis itu yang digunakan.

Variasi Unggulan Dari Kopi Robusta

Variasi Unggulan Dari Kopi Robusta

Salah satu varietas kopi robusta yang terkenal adalah kopi luwak dari Indonesia dan Kape Alamid dari Filipina. Biji kopi ini dikumpulkan dari musang luwak. Kopi ini memiliki rasa yang khas.

Pencarian artikel terkait mengenai: Jenis Jenis Biji Kopi, Jenis-Jenis Kopi Nusantara, Jenis jenis kopi, jenis jenis coffee, jenis kopi terbaik, kopi jenis arabika, macam macam jenis kopi, jenis jenis minuman kopi, jenis jenis kopi di cafe, jenis jenis kopi di dunia, jenis jenis kopi arabika.

Ok ... Gimana menurut kalian...mudah kan...
Coba di pelajari saja...GOD LUCK...sukses buat kalian semua....salam perdamaian dalam citra rasa kopi nusantara...see u next time

Meracik kopi rempah

CARA MERACIK KOPI REMPAH YANG MANTAP

Hay.....Semua,apakabar semua nya,kini saya akan berbagi resep membuat kopi khas jawa/jaga,di mana citra rasa yang sangat menakjubkan yang di hasilkan dari REMPAH- REMPAH pilihan nusantara ....mari kita mulai... Jeng jreeeeeeeng😎

Jika dilihat dari bahan yang dihadirkan ramuan kopi ini mirip sekali dengan kopi arab yang memakai rempah-rempah sebagai bahan tambahanya, bedanya terletak di bahan madu. Kopi rempah ini menggunakan madu asli sebagai pemanisnya, sehingga tidak menggunakan gula sebagai pemanis sehingga cocok untuk penderita penyakit diabetes yang sedang diet gula tapi masih ingin menikmati secangkir kopi panas atau kopi hangat berkhasiat dan bermanfaat. Kopi nya dapat sehat nya dapat. Mantap!.

RESEP KOPI REMPAH MADU

BAHAN :
2 sdm kopi bubuk2 sdm madu1 sdm pala bubuk1 sdm kapulaga bubuk1 sdt kayu manis bubuk4 buah cengkeh1 ruas jahe, memarkan2 batang serai, memarkan750 ml airBAHAN HIASAN :
Whipped cream sesuai selera1 sdt pala bubuk1 sdt kayu manis bubukDaun mintCARA MERACIK KOPI REMPAH :
Campur kopi bubuk, pala bubuk, kapulaga bubuk, dan kayu manis.Aduk rata, akan lebih baik dimasukkan mesin penggiling kopi.Rebus air hingga mendidih, masukkan cengkeh, jahe, dan serai.Rebus selama 3 menit, kecilkan api, masukkan campuran kopi,biarkan sejenak, jaga jangan sampai air mendidih. Angkat dan saring. 3. Sajikan di dalam cangkir, tuang 1 sdm madu biar dengan whippep cream,taburi pala bubuk dan kayu manis bubuk dan dan daun mint.Sajikan segera selagi panas untuk 2 porsi

Selamat mencoba...dan selamat menikmati sensasinya ....dan ke hangatkan dalam citra rasa yang mantap...

Rabu, 29 Juni 2016

Kamis, 23 Juni 2016

Memahami dan cara memproses seduhan kopi

Belajar menyeduh kopi yang benar dan mantap

Dasar-dasar Penyeduhan Kopi 1: Pengetahuan tentang Alat Seduh

[dropcap]M[/dropcap]etode seduh kopi bisa kita kategorikan ke dalam 4 garis besar: 1) boiling atau rebus, seperti turkish coffee pot; 2) immersing/steeping atau perendaman dalam jangka waktu tertentu, seperti french press, tubruk; 3)pourover/drip atau kopi saring menggunakan alat khusus, seperti Hario V60, Kalita Wave, Chemex, vietnamese drip, cold drip; dan 4) pressuring atau mengekstrak kopi dengan tekanan air khusus dari sumber-sumber yang bisa menghasilkan tekanan air, seperti mesin espresso, moka pot, percolator, siphon.

Dengan mengenal 4 besar metode seduh tersebut, kita bisa dengan mudah mengetahui cara kerja masing-masing alat seduh kopi. Jika kita kurang mengerti bagaimana seharusnya cara kerja alat tersebut, maka kita akan melakukan kekeliruan dalam penyeduhan kopi. Misalnya, pada saat kita tidak mengetahui cara kerja french press mungkin kita tidak akan menekannya, melainkan menyaringnya.

Dasar-dasar Penyeduhan Kopi 2: Kebersihan Alat Seduh

[dropcap]K[/dropcap]ita jangan terburu-buru membicarakan rasio kopi dan air, cara seduh, atau lainnya jika kita belum bisa dan mau membersihkan alat seduh kopi kita. Kebersihan alat-alat tersebut akan sangat berpengaruh terhadap hasil seduhan kopi kita. Jika kita menyeduh kopi dan tidak membersihkan alat seduh setelah digunakan, maka sisa-sisa seduhan akan menempel sehingga bisa menjadi kotoran. Jika itu terjadi, maka kotoran itu akan memengaruhi aroma dan rasa. Contohnya, mesh filterpada french press jika tidak dibersihkan, maka akan meninggalkan minyak dan ampas kecil yang menempel dan memengaruhi aroma dan rasa seduhan. Karena minyak dan ampas kecil akan menimbulkan bau dan rasa hambar di

Dasar-dasar Penyeduhan Kopi 3: Kesegaran Biji Kopi

[dropcap]M[/dropcap]asalah kesegaran biji kopi  adalah persoalan yang sangat krusial dalam penyeduhan kopi. Bahkan tidak hanya biji kopi yang sudah disangrai itu harus dalam keadaan segar ketika digunakan, green bean pun jika tidak segar akan menimbulkan rasa yang kurang nikmat. Tidak peduli meski green bean tersebut merupakan hasil kompetisi Cup of Excellence.

Green bean yang kurang segar, yaitu yang disimpan lebih dari satu tahun atau dengan penyimpanan yang kurang baik, akan menimbulkan rasa apek. Kualitas rasa dan aroma menjadi menurun pada saat dikonsumsi—saya biasa menyebutnya flat—walaupun baru disangrai 1 minggu yang lalu. Sementara itu, roasted bean yang sudah berusia 2 bulan dari tanggal penyangraian, ketidaksegarannya akan lebih terlihat pada saat diseduh. Dari segi visual, kopi yang tidak segar saat diseduh biasanya tidak atau kurang blooming jika dibandingkan freshly roasted bean.

Kita bisa menilai kesegaran kopi, baik itu green bean atau roasted bean, dengan cara mencium aromanya dan melihat warnanya. Aroma apek jamaknya mudah dikenali, jadi besar kemungkinan kita akan mengetahui apa kopi tersebut bau apek atau tidak. Lalu, jika kita lihat green bean yang kurang segar biasanya dari segi warna berubah menjadi pucat.

Baik roasted bean atau green bean sangat rentan dengan bau dari udara sekitar, cahaya, kelembaban, dan panas. Oleh karena itu, cafe atau coffeeshop yang tidak menjaga roasted bean atau green bean-nya dari faktor-faktor tersebut, maka dapat dipastikan mereka menyajikan kualitas kopi yang kurang maksimal. Kadang ada sajacoffeeshop yang menyimpan green bean-nya dalam keadaan karung terbuka di dalam cafe yang smoking area.

Dasar-dasar Penyeduhan Kopi 4: Skala Giling Bubuk Kopi

[dropcap]A[/dropcap]da anjuran yang sangat bijaksana dari penjual coffee grinderkepada calon pembelinya:“Gilinglah kopi Anda sesaat sebelum menyeduhnya.” Buat saya ungkapan tersebut bukan diperuntukkan agar jualannya lebih laku, tetapi itu memang anjuran yang sangat baik untuk kita ikuti. Biji kopi yang telah digiling membuka rongga permukaan, atau biasa disebut surface area, menjadi partikel lebih kecil dari biji kopi sebelumnya. Hal tersebut membuat aroma kopi menjadi lebih cepat hilang.

Sejak dari menit pertama kopi itu digiling, senyawa kopi yang berbentuk gas mulai menguap. Itulah alasan mengapa ketika kita menyeduh kopi yang sudah jadi bubuk dalam waktu lama, aroma dan rasanya akan berkurang. Namun demikian, untuk penyeduhan maksimal bukan hanya menggiling kopi sesaat sebelum diseduh yang harus kita cermati, kita juga harus menyesuaikan hasil gilingan kopi kita dengan waktu seduh yang kita inginkan. Kenapa? Karena semakin halus kita menggiling kopi maka akan lebih cepat larut dengan air. Sementara itu, kopi seharusnya kita larutkan sekitar 1,5 – 2% saja dari kuantitas kopi yang kita siapkan, selebihnya adalah air yang akan memadukan rasa kopi yang kita inginkan.

Ketika kita melarutkan kopi kurang atau lebih dari waktu yang semestinya, hasilnya boleh jadi jauh dari yang kita inginkan. Misalnya, kopi terlalu cair atau pekat. Saya merekomendasikan waktu ekstraksi lebih cepat untuk skala giling halus dan waktu lebih lambat untuk skala giling kasar. Contohnya, french press membutuhkan hasil giling yang kasar karena waktu seduh french press rata-rata 4 menit, sedangkan mesin espresso membutuhkan hasil giling yang jauh lebih halus dari french press lantaran diseduh hanya sekitar 20-35 detik. Yang perlu diperhatikan, semua grinderwalaupun dengan merk dan tipe yang sama bukan tidak mungkin menghasilkan grind size yang berbeda. Karena itu setting grinder penting sekali dilakukan setiap saat dan kita wajib mengtahui seberapa kasar atau halus bubuk kopi yang kita butuhkan untuk penyeduhan.

Dasar-dasar Penyeduhan Kopi 5: Waktu Seduh

[dropcap]W[/dropcap]aktu seduh atau biasa disebut contact time akan sangat berpengaruh dengan kepekatan kopi yang kita seduh: ada yang rasanya jadi cair atau lemah, ada pula yang rasanya jadi pekat dan kuat. Alat seduh kopi jelas akan memengaruhi bagaimana kita menyesuaikan waktu seduhnya. Karena beda metode akan membutuhkan hasil giling berbeda yang menentukan waktu seduh. Waktu seduh tercepat pada proses menyeduh kopi adalah espresso, sedangkan yang terlama untuk kopi panas adalah french press. Waktu seduh ini kita bisa teliti kembali untuk mengorelasikan kepada hasil seduhnya. Meski hanya berbeda beberapa detik, hasil seduh kopi akan berbeda, walaupun dibuat dengan alat yang sama. Karena alasan sepeti itu kita butuh konsistensi untuk menentukan waktu seduh dengan alat yang sama. Contoh, waktu seduh espresso 20 sd. 35 detik, waktu seduh pourover/drip 2:30 sd. 3:30 menit, waktu seduh full immerse 3 sd. 5 menit, dst.

Dasar-dasar Penyeduhan Kopi 6: Air dan Temperatur

[dropcap]A[/dropcap]ir adalah hal yang paling penting di dalam secangkir kopi, 98-99% pada secangkir kopi adalah air. Nah, jika kita tidak teliti dalam penggunaan air maka yang akan terjadi adalah rusaknya rasa kopi yang telah kita seduh. Air jelas tidak boleh berbau dan tidak boleh keruh warnanya. Di dalam protokol yang dikeluarkan badan-badan kopi dunia air diurai dengan berbagai parameter: hardness dan total dissolve solid, kadar pH, alkalinity, sodium, chlorine, dll. Parameter-parameter tersebut memang sulit dilihat dengan kasat mata atau dirasakan dengan lidah. Jika kita ingin mendapatkan hasil secara detail, maka kita harus melakukan uji lab atau menggunakan alat ukur yang dapat mengurai parameter tersebut.

Tetapi kita pastinya ingin tahu parameter tersebut secara manual atau sekadar pengetahuan awam saja. Jika masih sebatas pengetahuan awam kita bisa menggunakan indera penglihatan dan perasa, paling tidak cukup untuk mengetahui bau dan keruh air. Kita bisa melakukan percobaan, misalnya, mendiamkan air dalam satu gelas bening selama satu gelas. Jika air itu tidak kotor, maka tidak akan ada sedimen di bawah gelas, dan jika air itu tidak berbau biasanya setelah mendidih air masih tetap beraroma fresh. Atau kita juga bisa mencoba air tersebut digunakan untuk penyeduhan. Jika air yang kita gunakan itu bagus, maka air tersebut dapat mengeluarkan rasa dan aroma secara optimal. Sebaliknya, jika kurang baik akan menyebabkan rasa pahit atau rasa payau di cangkir kopi kita.

Mengenai suhu air, temperatur yang secara umum direkomendasikan berkisar antara 85°-96°C. Tetapi, perlu diingat bahwa kita juga harus melihat roast profile kopi tersebut. Jika semakin gelap roast profile-nya, maka akan semakin rentan terhadap panas air yang akan menyebabkan rasa pahit. Sebaliknya, jika temperatur air kurang panas, maka akan menyebabkan rasa kopi yang tidak

Dasar-dasar Penyeduhan Kopi 7: Rasio Kopi dan Air

[dropcap]R[/dropcap]asio antara air dan kopi merupakan hal terpenting untuk dibahas. Menurut saya, rasio yang baik adalah 15-18 ml air per 1 gram bubuk kopi. Jika kopi terlalu pekat, maka akan menyebabkan rasa yang sangat pahit dan menghilangkan sebagian rasa yang ada. Jika kopi terlalu encer, maka akan membuat rasa dan aroma kopi tidak maksimal dan cenderung sangat ringan.

Dasar-dasar Penyeduhan Kopi 8: Atribut Rasa

[dropcap]A[/dropcap]da baiknya sebelum menentukan parameter di atas, kita melakukan uji cita rasa atau biasa disebut cupping. Pada proses ini kita akan bisa mengetahui lebih jelas semua atribut rasa kopi yang ada di kopi tersebut. Sehingga pada saat kita menyeduh kopi, kita sudah memiliki parameter rasa yang hendak kita dapatkan. Tanpa mengetahui tujuan rasa yang kita ingin cari, mustahil kita akan mencapai rasa yang maksimal.

Minggu, 19 Juni 2016

Mendalami sejarah awal negara indonesia yg di sebut bineka tunggal ika,negara bersatu bukan dari asas satu agama,melainkan kesatuan antar agamis yang berjiwa satria untuk nehara indonesia tercinta,tumpahan darah dan tenaga saat berjuang,meraka tak kenal lelah dan tak kenal menyerah,apakah kita tahu...betapa susah nya negara kita berjuang untuk merdeka...tolong renungkan dua fatwa para pejuang yg telah gugur demi kita semua ingat,dan ingat,dan ingat,mereka berjuang demi kita,apa kita tidak mau berjuang demi mereka yang sudah memprjuangkan kita...wahai masa depan

Jumat, 17 Juni 2016

What About Coffe

Satu biji namun banyak sub bab didalamnya.
Banyak persepsi tentang arti kopi, sebuah minuman, teman saat waktu luang, dan ada juga yang menganggap itu hanyalah cairan hitam tanpa makna.

Tapi jika kita lihat dari sisi yang berbeda maka mungkin kita pasti akan membuang semuah persepsi yang kita telan mentah-mentah. Coba kita dalami filosofi kopi, banyak hal yang bisa kita dapat.

Kenapa kopi harus hitam ? kenapa kopi harus ada pahit dan manis ? tak ada jawaban pasti, padahal itu hanya pertanyaan sederhana.
Kopi itu ibarat hidup, berawal dari proses yang rumit sehingga tercipta sebuah mahakarya yang mampu membuat setiap orang terlena. sama seperti hidup ada bahagia dan duka tapi semua itu pasti ada hal yang menjadi tujuan. 
Selera! itulah hal kunci utama yang menjadikan hidup maupun kopi menjadi berbeda setiap orang
ada yang suka manis ada yang pahit bahkan ada yang suka mencampurnya dengan cairan kental berwana putih yang sering kita sebut susu tapi dibalik semua itu hanya satu hal yang kita cari yaitu sensasi, sama halnya perjalan kita menyusuri jembatan hidup ini tak semua pasti, tapi jika kita bisa mengambil hal yang berbeda dari yang kita alami semua pasti terasa indah